Showing posts with label Hukuman tersadis. Show all posts
Showing posts with label Hukuman tersadis. Show all posts

Eksekusi Sadis dengan Brazen Bull

Eksekusi Sadis dengan Brazen Bull I Ini merupakan lanjutan dari beberapa hukuman sadis yang ada dizaman dahulu yang pernah saya tulis. Brazen Bull adalah salah satu alat hukuman sadis yang terkenal di zaman Yunani kuno. Brazen Bull ini dibuat oleh seorang pandai besi bernama Perillos atas perintah seorang tiran yang bernama Phalaris dari Agrigentum. Brazen Bull berbentuk seekor banteng yang sedang berdiri, secara keseluruhan patung tersebut terbuat dari perunggu, dengan memberikan ruang kosong diperutnya, dan juga ada sebuah pintu dibadannya untuk dapat masuk keruang kosong diperut Brozen Bull tersebut. Kepala Banteng Perunggu itu dirancang dengan sistem yang kompleks dari tabung khusus yang dapat merubah suara jeritan atau teriakan menjadi lengkingan seekor banteng yang sedang mengamuk.



Hukuman dengan Brozen Bull ini dilakukan dengan cara memasukan korban kedalam perutnya dan dikunci dari luar (biasanya lidah mereka dipotong terlebih dahulu), setelah itu akan dibakar kayu dibawah perutnya sehingga memanaskan Banteng Perunggu tersebut. Korban yang ada didalamnya tentunya dapat anda bayangkan bagaimana bentuknya. Teriakannya akan berubah menjadi lenguhan seekor banteng yang marah dengan mengeluarkan asap dari hidung dan mulut Banteng perunggu tersebut.
Untuk membuktikan hasil karya Perillos tersebut, Phalaris memerintahkan agar Brazen Bull tersebut diuji pada Perillos sendiri. Ketika Perillos masuk, ia langsung terkunci dalam, dan api itu dinyalakankan, sehingga Phalaris bisa mendengar suara teriakan Perillos dari dalam Brazen Bull ciptaannya sendiri. Ketika Perillos hampir tewas didalam Brazen Bull tersebut, Phalaris membuka pintu dan mengeluarkannya. Setelah terbebas dari banteng, Perillos berfikir akan mendapatkan hadiah yang layak dari karyanya. Tetapi ternyata Phalaris membawa Perillos keatas bukit dan melemparkannya sehingga dia pun tewas. Phalaris sediri dikabarkan telah tewas dalam Brazen Bull tesebut ketika ia digulingkan oleh Telemachus, nenek moyang Theron.

Bangsa Romawi tercatat sebagai satu pengguna metoda eksekusi ini untuk membunuh beberapa orang Yahudi, dan juga beberapa penganut Kristen. Kisah yang menonjol adalah eksekusi Saint Eustace, yang dipanggang bersama istri dan anaknya oleh kaisar Hadrian. Begitu juga dengan Saint Antipas yang dieksekusi pada tahun 92 M oleh kaisar Domitian. Perangkat ini masih digunakan sampai 2 abad kemudian oleh Kaisar Diocletian.

Wanted Online Internet job workers. Job is only through Internet. Work from home part time jobs. You can earn $1500-2500/month working 1-2 hours/day, no matter where you live. These are genuine Data entry jobs & Internet jobs. No Investment required. Only serious enquires please. For more details visit earnparttimejobs

Read More..

Binatang-binatang yang digunakan Sebagai Media Eksekusi

Berikut ini adalah cara penyiksaan dan hukuman yang paling sadis dengan menggunakan media binatang yang pernah terjadi di dunia.

1. Gajah. Eksekusi oleh gajah merupakan salah satu dari bentuk hukuman mati di Asia Selatan dan Asia Tenggara, dan khususnya di India. Gajah tersebut telah terlatih digunakan untuk menghancurkan, memecah-mecah, atau menyiksa tawanan mereka dengan cara perlahan-lahan, agar tidak mempercepat kematian. Eksekusi ini dilakukan dihadapan publik, untuk memberikan kesan kekuasaan absolut penguasa yang ada pada saat itu. 
2. Singa. Pada abad ke-1-3, di Roma terkenal acara Damnatio ad bestias, artinya lebih kurang "hukuman yang dilakukan oleh binatang". Acara ini merupakan suatu bentuk hukuman mati di arena gladiator atau dilempar kedalam kandang hewan, biasanya singa. Di Roma, "Damnatio iklan bestias" merupakan acara selingan sebagai hiburan, yang dilakukan disela-sela adu tarung para Gladiator. Hukuman diberikan pada penjahat tingkat atas dan para penganut Kristen dizaman awal munculnya agama ini. Hukuman tersebut dihapuskan pada tahun 681 M oleh penguasa pada saat itu.

3. Tikus. Sebuah cara murah dan efektif untuk menyiksa seseorang adalah dengan menggunakan tikus. Tikus dapat digunakan untuk menyiksa korban dengan mendorong mereka untuk menyerang dan memakan korban hidup-hidup. Cara penyiksaan ini sangat terkenal pada zaman Ratu Elizabeth I (1558 - 1603). Salah satu variasi yang terkenal adalah untuk memaksa tikus melewati tubuh korban (biasanya usus) sebagai cara untuk melarikan diri. Penyiksaan ini dilakukan dengan cara, korban diikat ketat secara horizontal (rebah). Seekor tikus kemudian ditempatkan pada perutnya ditutupi oleh sebuah wadah logam. Kemudian bagian atas wadah tersebut dipanaskan secara perlahan. Tikus yang ada dalam wadah akan mencari jalan keluar melalui tubuh korban. Dengan cara menggali lubang ditubuh korban dan biasanya membutuhkankan waktu beberapa jam, dan hal tersebut dengan memberikan sakit dan nyeri yang luar biasa bagi korban, hingga akhirnya si korban tewas.

4. Ular. Menggunakan ratusan, bahkan sampai ribuan ular yang berada dalam sebuah lobang. Kemudian korban akan dilemparkan kedalam lubang tersebut. Hukuman ini merupakan penyiksaan dan hukuman yang sangat menyiksa dalam legenda Eropa. Banyak orang-orang terkenal yang mendapatkan hukuman ini diantaranya adalah panglima perang Viking Ragnar Lodbrok yang dikatakan telah dilemparkan ke dalam lubang ular dan meninggal di sana, setelah pasukannya telah dikalahkan dalam pertempuran oleh Raja Aelle II dari Northumbria.
5. Kuda. Selain untuk sarana transportasi, hewan ini juga dapat dijadikan untuk sarana hukuman mati. Seperti misalnya dengan menggantung korban dengan ditarik oleh kuda. Beberapa cara penyiksaan yang paling sadis adalah dengan menarik korban dari empat sisi, yaitu tangan kanan dan kiri, juga kaki kanan dan kiri, masing-masing dari anggota badan tersebut ditarik oleh seekor kuda sampai putus. William Wallace salah satu dari tokoh sejarah yang mendapakan hukuman ini.
6. Serangga. Suku Siberia dizaman dahulu sering menggunakan cara ini. Korban diikat secara telanjang disebuah pohon dan bisa juga ditanam setengah badan, dan membiarkan bermacam-macam serangga, seperti kalajengking, kutu, nyamuk dan semut menggigit korbannya. Ribuan serangga yang menggigit ini dapat memberikan rasa sakit yang luar biasa karena daging korbannya akan digerogoti sampai ketulang. Cara penyiksaan ini dapat membuat korbannya tewas dengan proses yang pelan (lebih kurang 2 jam).



Wanted Online Internet job workers. Job is only through Internet. Work from home part time jobs. You can earn $1500-2500/month working 1-2 hours/day, no matter where you live. These are genuine Data entry jobs & Internet jobs. No Investment required. Only serious enquires please. For more details visit earnparttimejobs

Read More..

"Impalement" Sebagai Hukuman Sadis Zaman Dahulu

Assyrian relief menunjukkan hukuman "Impalement"
"Impalement" Sebagai Hukuman Sadis Zaman Dahulu I Awal dari hukuman penyiksaan seperti ini mulai dikenal pada zaman Kerajaan Assyrian. Penyiksaan ini adalah dengan menusuk korban dari bawah ke atas (Kaki ke kepala). Instrumen yang digunakan berupa tombak kayu atau besi yang ujungnya tumpul. Metode ini menyebabkan kematian yang menyakitkan, kadang-kadang dapat lebih dari satu hari, jika organ utama tidak terkena tusukan. 

Cara penyiksaan ini dimulai dengan korban ditelanjangi dalam posisi rebah, dan kemudian akan ditusuk tombak. Eksekutor akan menusuk korban dipertengahan antara anus dan kemaluan, yang terlebih dahulu telah dilukai agar bisa memasukan tombak yang tumpul tersebut. Korban akan ditahan oleh beberapa eksekutor agar tidak bergerak, sementara eksekutor yang lain menusukan instrumen tersebut, dengan cepat agar tidak bayak mengeluarkan darah. Instrumen tersebut akan dipalu agar dapat melesak masuk menembus tubuh korbannya. Ujung tombak sering keluar dari tubuh pada bagian atas tulang dada dan diarahkan di rahang bawah agar menahan korban tidak akan meluncur turun kebawah. Kemudian, korban akan dipajang dilapangan secara vertikal dengan menancapkan instrumennya ketanah. Penyiksaan ini biasanya dilakukan ditempat umum agar dapat ditonton oleh orang lain, dan dijadikan sebagai peringatan untuk yang lain.

Penyiksaan ini akan memberikan rasa takut pada orang-orang yang melihat agar tidak melakukan hal yang sama seperti korban. Biasanya korban-korban tersebut adalah orang yang melawan kerajaan. Di belahan dunia lain, yang menggunakan hukuman ini, ada juga karena perbuatan yang berhubungan dengan zina. Di Zulu, Afrika Selatan menggunakan hukuman ini sebagai bentuk hukuman bagi para prajurit yang gagal dalam pelaksanaan tugas mereka, bisa juga untuk orang yang dituduh santet, atau bagi orang yang telah menunjukkan sikap pengecut.

Wanted Online Internet job workers. Job is only through Internet. Work from home part time jobs. You can earn $1500-2500/month working 1-2 hours/day, no matter where you live. These are genuine Data entry jobs & Internet jobs. No Investment required. Only serious enquires please. For more details visit earnparttimejobs

Read More..